• Technology
  • Gadget
  • Software
  • Apps
  • Games
  • Podcasts
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
waktukini.com
  • Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Budaya
No Result
View All Result
waktukini.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

81 Tahun Sumbar, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Tantangan di Balik Capaian Pembangunan

Kamis, 01/10/26 | 20:30 WIB
in Uncategorized
81 Tahun Sumbar, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Tantangan di Balik Capaian Pembangunan

PADANG — Sumatera Barat genap berusia 81 tahun. Namun, bertambahnya usia provinsi ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah dan capaian pembangunan. Di balik berbagai kemajuan, masih terdapat pekerjaan besar yang menentukan bagaimana masa depan masyarakat Sumbar.

Pesan itu mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 Tahun 2026, Kamis (1/10/2026).

Ketua DPRD Sumbar Muhidi dan Gubernur Sumbar Mahyeldi sama-sama menyoroti pentingnya menjadikan pembangunan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi bagian dari tantangan Sumbar ke depan.

Rapat paripurna tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Gubernur Sumbar Mahyeldi serta Tan Sri Dato’ Seri Panglima Dr. Rais Yatim, Presiden Senat Malaysia periode 2020–2023 yang hadir secara daring.

Hadir pula unsur Forkopimda Sumbar, anggota DPR dan DPD RI daerah pemilihan Sumbar, pimpinan dan anggota DPRD Sumbar, Sekretaris Daerah, bupati dan wali kota se-Sumbar, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan serta tokoh masyarakat.

Bagi Muhidi, usia 81 tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Hari Jadi Sumbar harus menjadi ruang untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai sekaligus memastikan pembangunan ke depan meninggalkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Menurutnya, perjalanan Sumbar telah ditempa berbagai peristiwa besar. Gempa bumi 2009, pandemi Covid-19 hingga bencana hidrometeorologi memberikan pelajaran bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus membangun kemampuan masyarakat menghadapi krisis.

“Sumbar harus terus tumbuh, tetapi pertumbuhan itu harus dibarengi dengan ketangguhan. Masyarakat harus memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang datang,” kata Muhidi.

Pertumbuhan Harus Terasa di Masyarakat

Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan Sumbar terus mengalami perkembangan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar mencapai 77,27. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 berada di angka 5,27 persen, sementara Indeks Gini tercatat 0,285.

Namun, bagi DPRD Sumbar, angka tersebut tidak boleh berhenti sebagai statistik pembangunan.

Ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya adalah ketika masyarakat memperoleh akses pendidikan yang semakin baik, memiliki kesempatan kerja, pendapatan yang meningkat, usaha yang berkembang dan memperoleh pelayanan publik yang layak.

Karena itu, Muhidi memberi perhatian khusus terhadap penguatan sumber daya manusia dan generasi muda. Perubahan teknologi yang semakin cepat menuntut generasi muda tidak hanya memiliki pendidikan formal, tetapi juga keterampilan, kreativitas dan kemampuan beradaptasi.

Hal serupa berlaku bagi pelaku UMKM yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.

Muhidi mendorong agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas melalui peningkatan pengetahuan, teknologi, pembiayaan, akses pasar, digitalisasi dan pendampingan.

Penguatan UMKM dinilai penting karena sektor tersebut bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin banyak usaha rakyat berkembang, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan keluarga.

Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Harus Mengikuti

Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam sambutannya juga mengingatkan bahwa Hari Jadi ke-81 harus menjadi momentum refleksi terhadap hasil pembangunan.

Mahyeldi memaparkan, IPM Sumbar 2025 mencapai 77,27. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat 5,27 persen, sementara ekonomi Sumbar pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan.

Menurutnya, capaian tersebut harus terus diterjemahkan menjadi peningkatan kesempatan kerja, pendapatan riil dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya terlihat dalam laporan statistik. Masyarakat harus merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

ShareShareSend
waktukini.com

Copyright © waktukini.com 2026

Navigate Site

  • About
  • Contact
  • Podcast
  • Waktukini

Follow Us

No Result
View All Result
  • About
  • Contact
  • Podcast
  • Waktukini

Copyright © waktukini.com 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In